LATAR BELAKANG

*) Kegiatan ini gratis (free of charge) untuk presenter mahasiswa S1

Penangkaran adalah proses pemeliharaan tanaman atau hewan di lingkungan yang terkendali, seperti suaka margasatwa, cagar alam, kebun binatang, kebun raya, dan fasilitas konservasi lainnya (bahkan termasuk peternakan, rumah pribadi, dan dan laboratorium). Terkadang penangkaran digunakan untuk membantu melestarikan spesies yang terancam oleh aktivitas manusia seperti kehilangan habitat, fragmentasi, perburuan atau penangkapan, polusi, predasi, penyakit, dan parasitisme. Dalam beberapa kasus program penangkaran dapat menyelamatkan spesies dari kepunahan, tetapi untuk sukses, pemulia harus mempertimbangkan banyak faktor — termasuk masalah genetik, ekologi, perilaku, dan etik. Upaya yang paling sukses melibatkan kerja sama dan koordinasi banyak institusi.

Di Indonesia, pemeliharaan satwa dan tumbuhan dilindungi diatur dengan ketat (PP 7/1999). Namun, pada saat ini ijin penangkaran spesies dilindungi relatif lebih mudah karena adanya kesadaran di kalangan aparat pemerintah, bahwa penangkatan merupakan upaya masuk akal untuk melestarikan spesies dilindungi, meskipun karakternya dapat berubah karena proses domestikasi tersebut.
Banyak kisah ketidakberhasilan upaya penangkaran, karena memerlukan pengetahuan biologi-ekologi yang mendalam dan kompleks untuk setiap spesies. Namun, kisah sukses banyak pula ditemukan. Penangkaran/domestikasi banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) menjadi sapi Bali merupakan kisah sukses pengawetan sumberdaya genetik ini, dimana jumlah sapi Bali pada saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 1,5 juta ekor, sementara banteng liar di alam terus terancam kelestariannya. Di sisi lain, beberapa ekor sapi Bali yang dilepasliarkan di Austalia bagian utara, dalam waktu seratusan tahun kini jumlahnya mencapai lebih dari 10.000 ekor dan berkarakter seperti banteng liar. Kisah lain, penangkaran jalak/curik Bali (Leucopsar rothschildi) oleh masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebabkan burung tersebut lebih mudah ditemukan di Jawa dari pada di Pulau Bali.

Oleh karena itu, upaya penangkaran perlu dilakukan sebagai strategi konservasi hidupan liar, dengan melibatkan sebanyak mungkin para pihak untuk menjamin keberhasilannya.



TEMA:

Penangkaran sebagai Strategi Konservasi Hidupan Liar



SUB-TEMA:
1. Keanekaragaman genetik
2. Keanekaragaman spesies
3. Keanekaragaman ekosistem
4. Etnobiologi and Sosial Ekonomi
5. Ilmu dan Teknologi Hayati

Semua naskah yang berkaitan dengan subtema di atas dapat dipresentasikan.


TEMPAT DAN WAKTU:

IPB International Convention Center 
Botani Square Building Lt. 2,
Jl. Pajajaran Raya, Kota Bogor 16127, Jawa Barat

+62-251-8400658

 

Tanggal : 28 September 2018
Jam       : 08:00 s.d. 17.00 WIB

 

 

Keterangan:

Naskah-naskah berkualitas dari seminar nasional ini, yang telah mendapat persetujuan dari reviewer/editor akan diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (terindeks DOAJ) 

*) Untuk free of charge, naskah lengkap (manuskrip) perlu dikirimkan paling lambat tanggal 10 September 2018 (ke biodiversitas@gmail.com). Manuskrip yang siap untuk direview akan diundang untuk presentasi gratis. Mahasiswa S1 yang tidak mengirimkan manuskrip atau manuskripnya tidak siap direview dapat diundang presentasi sebagai peserta mahasiswa biasa (tidak gratis)

 

PENYELENGGARA:

Society for Indonesian Biodiversity

Institut Pertanian Bogor

Universitas Sebelas Maret, Surakarta