Soil macrofauna abundance and soil characteristics of limestone post-mining land in Bogor, West Java, Indonesia

Main Article Content

BASUKI WASIS
FERNANDA REZA PUTRA
BAYU WINATA
ERIANTO INDRA PUTRA
GRAHAME APPLEGATE

Abstract

Abstract. Wasis B, Putra FR, Winata B, Putra EI, Applegate G. 2025. Soil macrofauna abundance and soil characteristics of limestone post-mining land in Bogor, West Java, Indonesia. Biodiversitas 26: 314-5323. Limestone mining can lead to the loss of soil fauna and a decline in soil quality on post-mining land. Soil, as a key component of forest ecosystems, exhibits distinct characteristics across site types. Revegetation is an important strategy to restore ecosystems and biodiversity through tree planting. This study, which aimed to assess the abundance of soil macrofauna, characterize site conditions, and evaluate the influence of soil properties on macrofauna abundance in the limestone post-mining area of PT Solusi Bangun Indonesia, Narogong, Bogor District, West Java, Indonesia, has yielded significant findings. Soil macrofauna were collected using hand sorting and hand capture methods, while biodiversity indices were calculated. Undisturbed soil samples (ring samples) were used for physical property analysis, and disturbed samples (0-20 cm depth) were used for chemical and biological analyses. Data were analyzed using Least Significant Difference (LSD) and negative binomial regression analysis. Macrofauna abundance in Old Revegetation 2010 (OR) sites (54±18.4 individuals) was significantly higher than in Open post-mining land (O) (0.5±0.7) and Young Revegetation 2018 (YR) sites (3.5±2.1) researched in 2023. Porosity, organic carbon, soil pH, soil respiration, and dry litter weight showed significant positive correlations with macrofauna abundance, while soil temperature had a significant negative correlation. These findings, which underscore the importance of revegetation and the role of soil macrofauna as an indicator of post-mining soil quality recovery, are of significant interest to the scientific community and conservation practitioners.

Article Details

Section

Articles

References

Agus C, Pradipa E, Wulandari D, Supriyo HS, Saridi S, Herika DH. 2014. Peran revegetasi terhadap restorasi tanah pada lahan rehabilitasi tambang batubara di daerah tropika (the role of revegetation on the soil restoration in rehabilitation areas of tropical coal mining). Jurnal Manusia dan Lingkungan 21(1):60-66.

Aminullah Y, Mahmudati N, Zaenab S. 2016. Keanekaragaman makrofauna tanah daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi sma. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia 1(2):178-187.

Borror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Fitrani, A, Hatta GM, Asrar K. 2016. Perbandingan iklim mikro pada hutan sekunder yang terjadi suksesi di Tahura Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis 4(2):154-166.

Gofur MA, Wesnawa IGA. 2018. Dampak ekologi penambangan batu kapur sebagai bahan dasar pembuatan semen di Gunung Sadeng Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha 6(3):163-174.

Hamid I, Priatna SJ, Hermawan A. 2019. Karakteristik beberapa sifat fisika dan kimia tanah pada lahan bekas tambang timah. Jurnal Penelitian Sains 19(1): 23-31.

Hanafiah KA. 2013. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hardjowigeno S. 2007. Ilmu Tanah. CV Akademika Pesindo, Jakarta.

Hayati, J, Santun RP, Siti N. 2013. Pengembangan ruang terbuka hijau dengan pendekatan kota hijau di Kota Kandangan. Jurnal Tata Loka 15(4):306-316.

Karyaningsih I, Hendrayana Y. 2021. Keanekaragaman makrofauna tanah di zona rehabilitasi Taman Nasional Gunung Ciremai Blok Pasirbatang Desa Karangsari Kabupaten Kuningan. Jurnal Pendidikan dan Biologi 13(1):60-67.

Koneri, R, Saroyo S. 2016. Struktur komunitas laba-laba (Arachnida: Araneae) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Sulawesi Utara. Indonesian Journal of Entomology 12(3):149-157.

Kusmana C, Istomo, Winata B, Hilwan I. 2022. Ekologi Hutan Indonesia. IPB Press, Bogor.

Lias SA, Rhamadani N, Jayadi M. 2023. Keanekaragaman biota tanah pada kebun kakao di Desa Parenring Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng: diversity of soil biota in cocoa farms in Parenring Village, Lilirilau District, Soppeng Regency. Jurnal Ecosolum 12(1):44-55.

Magurran AE. 2004. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing, United Kingdom.

Margolang RD, Jamilah, Sembiring M. 2015. Karakteristik beberapa sifat fisik, kimia, dan biologi tanah pada sistem pertanian organik. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara 3(2):717-723.

Nazir M, Muyassir M, Syakur S. 2017. Pemetaan kemasaman tanan dan analisis kebutuhan kapur di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 2(1):21-30.

Nurhartanto N, Zulkarnain Z, Wicaksono AA. 2022. Analisis beberapa sifat fisik tanah sebagai indikator kerusakan tanah pada lahan kering. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab 4(2):107-112.

Nurrohman E, Rahardjanto A, Wahyuni S. 2015. Keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan perkebunan coklat (Theobroma cacao l.) sebagai bioindikator kesuburan tanah dan sumber belajar biologi. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) 1(2):197-208.

Nursal, Syafii W, Hanif MA. Laju dekomposisi serasah daun di kawasan Hutan Larangan Adat Rumbio Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Biogenesis 12(1): 19-24.

Prameswari D, Supriyanto S, Saharjo BH, Wasis B, Pamoengkas P. 2015. aplikasi lubang resapan biopori dan cross drain untuk rehabilitasi Di Jalan Sarad. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 12(2):177-189.

Putra ILI, Setiawan H, Suprihatini N. 2021. Keanekaragaman jenis semut (Hymenoptera: Formicidae) di sekitar kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Biospecies 14(2):20-30.

Putri OH, Utami SR, Kurniawan S. 2019. Sifat kimia tanah pada berbagai penggunaan lahan di UB Forest. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 6(1):1075-1081.

Rahadian R, Sunarno S, Suedy SWA, Wahyudi FE, Paramasatya S, Rahman AZ, Widiartanto W. 2020. Peran penting keanekaragaman fauna terhadap kualitas lingkungan di area kerja PT. Pertamina (persero) mor iv fuel Terminal Boyolali. MEDIA BINA ILMIAH 15(3):4187-4200.

Rai I, Suryatini KY, Subrata I, Yundari NLR, Budiyasa IW. 2020. Keanekaragaman jenis makrofauna tanah pada lahan budidaya kentang organik di Desa Candikuning Kabupaten Tabanan sebagai sumber pembelajaran biologi. Emasains 9(2):158-170.

Rusdiana O, Nursjahbani N. 2020. Pemetaan sifat fisik dan kimia tanah pada tegakan Pinus merkusii di hutan penelitian Dramaga, Bogor. Jurnal Silvikultur Tropika 11(01):18-24.

Santi S, Belinda S, Rianty H. 2019. Identifikasi iklim mikro dan kenyaman termal ruang terbuka hijau di Kendari. NALARs 18(1):23-34.

Santosa Y, Ramadhan EP, Rahman DA. 2008. Studi keanekaragaman mamalia pada beberapa tipe habitat di stasiun penelitian Pondok Ambung Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Media konservasi 13(3). 1-7.

Setyawan D, Hanum H. 2014. Respirasi tanah sebagai indikator kepulihan lahan pascatambang Batubara di Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands 3(1):71-75.

Siska F, Damsir D. 2022. Produktivitas serasah Avicennia marina dan Rhizophora apiculata di Cagar Alam Pulau Dua Banten. BIO-SAINS: Jurnal Ilmiah Biologi 2(1):1-7.

Suheriyanto D. 2012. Keanekaragaman fauna tanah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai bioindikator tanah bersulfur tinggi. Sainstis 1(2):29-38.

Suin NM. 2012. Ekologi Hewan Tanah. Bumi Aksara, Bandung.

Susanti PD, Wasis B, Saharjo BH. 2021. Dampak aplikasi foaming agent pada tanah gambut bekas terbakar di Desa Rimba Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 11(4):601-612.

Wahyuningsish E, Faridah E, Budiadi, Syahbudin A. 2019. Komposisi dan keanekaragaman tumbuhan pada habitat ketak (Lygodium circinatum (BURM. (SW.)) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis 7(1):92-105.

Wasis B. 2012. Soil Properties in Natural Forest Destruction and Conversion to Agricultural Land in Gunung Leuser National Park, North Sumatera Province. JMHT 28(3):206-212.

Wasis B, Saharjo BH, Putra EI. 2019. Impacts of peat fire on soil flora and fauna, soil properties and environmental damage in Riau Province, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 20(6):1770-1775.

Wasis B, Naiborhu RH. 2021. Optimalisasi pemberian pupuk kandang sapi dan arang kayu terhadap pertumbuhan salam (Syzygium polyanthum (Wight) pada tanah tercemar oli bekas. Jurnal Silvikultur Tropika 12(1):67-77.

Wasis B, Winata B, Safaaturrohmah NU. 2023. Kelimpahan fauna tanah dan hubungannya dengan karakteristik tapak pada vegetasi submontana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Journal of Tropical Silviculture 14(03):201-208.

Wasis B, Maulis I, and Winata B. 2024. The abundance of soil fauna in Gunung Halimun Salak National Park at altitude: 1100 – 1300 masl; IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. The 4th International Confrence on Tropical Silviculture, Bogor, 24 Agustus 2023. [Indonesian]

Wasis B., Nurulita IN. 2024. Respon Pertumbuhan Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap Pemberian Kompos dan Pupuk NPK pada Tanah Bekas Tambang Kapur. Jurnal Silvikultur Tropika 15(03): 251-261.

Wibowo C, Slamet SA. 2017. Keanekaragaman dan makrofauna tanah pada berbagai tipe tegakan di areal bekas tambang silika di Holcim Educational Forest, Sukabumi, Jawa Barat. Journal of Tropical Silviculture 8(1):26-34.

Most read articles by the same author(s)